Ayo ke Sabang!

Kalo mau cari alam, main di Indonesia. Kalo mau main di kota, udah paling bener ke luar negeri.
Viani, sejak beberapa tahun lalu.

Belum main jauh sih, tapi dari pengalaman yang sudah-sudah, alam Indonesia bagusnya emang kebangetan; bikin yang nggak cantik jadi cantik, bikin betah bengong, bikin nggak mau pulang, dan bikin susah move on.

Sabang, Indonesia

Transportation
Perjalanan saya ke Sabang dimulai dari Banda Aceh.
Di hari sebelumnya, saya ambil flight siang dari Jakarta ke Banda Aceh, inap satu malam, dan besok paginya, sekitar jam 10, saya naik kapal cepat untuk nyebrang dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan Sabang.
Sebenarnya Sabang punya bandara sendiri. Tapi harga tiketnya mahal, hampir 2x lipat harga tiket Jakarta – Banda Aceh, dan pake transit (kalo dari Jakarta).
Loket Tiket Kapal Cepat di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh

Duh, saya lupa cari jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh jam berapa aja. Waktu lalu, saya berangkat dengan kapal pukul 10.00. Coba tanya-tanya di nomor pemesanan tiket di atas ya untuk jadwal lengkapnya.

Ada dua pilihan kapal penyebrangan dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan Sabang: kapal ferry (lambat; bisa angkut mobil & motor) dan kapal cepat. Waktu tempuh penyebrangan kapal ferry adalah 2 jam sedangkan kapal cepat cukup 45 menit aja. Harga tiket penyebrangan kapal cepat adalah Rp 80,000 untuk satu kali perjalanan. FYI, kalo langsung beli tiket kapal cepat PP, kita bakal dapat diskon 20%.
Di Dalam Kapal Cepat
Jadwal kapal cepat dari Pelabuhan Balohan Sabang ke Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh jam 08.00 & 14.30

Karena perjalanan saya ke Sabang bertepatan sama moment (hari terakhir) puasa dan Idul Fitri, saya nggak mau ambil risiko kesulitan cari transport untuk jalan-jalan. Selama 2 hari di  Sabang, saya pakai jasa rental mobil; alhamdulillah banget masih ada Abang baik yang mau ambil order di hari-hari krusial macam itu. Tapi ya, even bukan di moment-moment krusial, saya sangat merekomendasikan pakai jasa rental motor atau mobil untuk jalan-jalan di Sabang. Transportasi umum di Sabang masih sangat minim; sejauh yang saya temui disana sih becak motor.

Place to go
Kilometer 0 Indonesia
Kilometer 0 Indonesia jadi tempat pertama yang saya datangi di Sabang; sengaja, karena ini yang paling jauh. Pokoknya belum ke Sabang kalo nggak kesini.
Di perjalanan menuju Kilometer 0, kita bisa berhenti sebentar di pinggir jalan untuk nikmatin pemandangan Pulau Klah.
Jangan bayangin sesuatu yang hikmat yang bisa dilakuin di Kilometer 0; tempat ini rame banget!

Ada pemandangan yang luar biasa bagus di atas tugu Kilometer 0. Jadi, jangan malas buat naik ke atas.

Pantai Iboih
Nggak jauh dari Kilometer 0, ada pantai bagus buat dimampirin: Pantai Iboih.
Yang terkenal dari Pantai Iboih adalah snorkelling-nya. Tapi karena lagi puasa dan siang itu panas banget, Pantai Iboih cuma saya nikmati dari dalam mobil.

Kota Sabang
Walaupun nggak besar, Sabang punya kota yang nyenengin banget. Gimana nggak bahagia walikotanya punya kantor dengan pemandangan begini?
View di seberang Kantor Walikota Sabang
Jalanan Kota Sabang; nggak ada lubang dimana pun.

Sabang punya banyak banget bangunan-bangunan tua, mulai dari rumah, kantor, gereja, kawasan pertokoan, dan yang paling bikin saya naksir adalah rumah sakitnya; bangunannya cantik banget! Tapi ku tak ambil fotonya. Pintar. :(

Anoi Itam
Anoi Itam sebenarnya adalah situs cagar budaya, dimana terdapat benteng pertahanan Jepang. Tapi lebih dari itu, Anoi Itam punya bukit berumput dan pemandangan laut yang spektakuler. Butuh sedikit naik tangga dan jalan agak menanjak untuk lihat pemandangan dari atas bukit.

Menuju puncak bukit
AKU GEMETERAN SERIUS!

Gambar-gambar di atas diambil dengan kemampuan ambil gambar yang sangat payah dan tanpa melalui editing apapun.

Seriusan bikin dengkul gemeteran sih.
Aku nggak mau pulang :(

Sabang Hill
Nah, yang ini berpeluang besar bikin masuk angin. Jadi kalo berencana untuk berlama-lama disini, bawa jaket!

Ini kalo bukan karena kebaikan dan kedermawanan yang punya dan atau yang jaga, ga bakal boleh sih nongkrong-nongkrong disini. Jadi, Sabang Hill adalah hotel yang punya spot pemandangan kota sabang, dan lautnya, dan sunsetnya, dan pohon-pohon manis yang bikin bagus feed Instagram. Wuh pokoknya!

Sempet ngeri diusir karena ini adalah halaman hotel. Tapi kata Bang Adi, "Nggak apa-apa, boleh masuk kok." Okesip.
Sunset akan kelihatan di sisi kanan
Yang banyak pohon berjejer di bawah itu adalah Pantai Paradiso

Kalo bukan karena ngeri masuk angin, saya pengen banget lama-lama bengong disini. Pokoknya Wuh!

Pantai Paradiso
Pantai yang dinikmati dari Sabang Hill adalah Pantai Paradiso. Jadi, area Paradiso ini letaknya persis di bawah Sabang Hill. Sabang emang kece berat sih. Kita dikasih spot khusus untuk nikmatin sunset dengan banyak tempat makan dan jajanan disekitarnya. Tapi tetap bersih dan nggak semrawut!

Saya udah udah nggak bisa ngomong lagi, sore itu saya dikasih sunset bagus banget.

Ada tempat makan rekomendasi di dekat tempat sunset Pantai Paradiso, namanya warung Bang Wan. KE SABANG JANGAN LUPA MAKAN SATE GURITA!
Viani makan? Nggak, geli, ehe.

Hotel
Sabang punya banyak pilihan hotel. Setelah cek sana-sini, ada 2 area yang saya highlight karena punya pemandangan dan tempat kece, juga harga yang affordable: Iboih & Sumur Tiga.

Dan akhirnya pilihan saya jatuh ke Freddies Santai Sumurtiga di daerah Sumur Tiga. Selain karena Sumur Tiga ada di dekat pusat Kota Sabang, jaraknya ke Pelabuhan Balohan juga lebih dekat dibanding Iboih.

  
Receptionist
 View dari balkon kamar. OH MY GOD!
Freddie
Area Makan
Area Makan
Makan malam
 Di waktu pagi

Daaaan, hahaha, ini penginapan paling pengertian yang pernah saya temui! Colokan listriknya kece, disediain banyak banget!

Rate per malamnya bikin shock sih; Rp 481,000 untuk family room (4 orang). MURAH BANGET KAN?!
FYI, sejauh yang saya tau, kamar di Freddies nggak ada yang ber-AC (tapi boleh dicek lagi untuk memastikan), semuanya fan. Dan rate kamarnya nggak include breakfast ya. Dari info yang saya dapat, harga breakfast di Freddies per paxnya dihitung Rp 41,000 (sudah include tax). Dari review yang saya pantau di booking.com, makanannya enak!
Sayang banget di kunjungan kemarin saya nggak nyoba makan di Freddies; makannya di luar terus sambil jalan-jalan.

***

Udah nggak bisa nggak, saya jatuh cinta sama Sabang.
Kotanya cantik banget, tenang, bersih, bebas gelandangan & pengemis, bebas tukang parkir, dan yang paling ngaco, semua tempat wisatanya GRATIS! Seriusan GRATIS! Nggak pake dana retribusi apalagi pungli-pungli preman! Baik banget ya, padahal bisa kelewat banyak duit tuh kalo pemerintahnya mau tarik retribusi dari tempat-tempat wisata.
Kata Ihan, “Sabang dapat barokah dari ngegratisin tempat-tempat wisata.” Karena sekalipun tanpa pemasukan retribusi wisata dari turis, kehidupan masyarakat Sabang sudah sejahtera (dilihat dari rumah tinggal masyarakat di sepanjang jalan. Dan katanya Bang Adi).
Sabang beneran nyaman banget buat turis, karena selain cantik dan free tiket masuk tempat wisata, kita juga nggak was-was untuk pergi kemanapun.

Ga pake diraguin lagi, SAYA MAU BANGET BALIK DAN STAY LEBIH LAMA DI SABANG!
Jadi, kapan kamu mau ajak aku?

P.S. Jalan-jalan saya nggak berhenti sampai di Sabang. Setelah Sabang, saya balik lagi ke Banda Aceh, lanjut ke Medan, Berastagi, dan Toba - Samosir. I just can’t wait to tell you soon!

P.P.S.
>> Rental mobil Avanza 1 hari selama di Sabang Rp 600,000; contact person Bang Rahmadi (Adi) 0813 6220 0702 – mobilnya ok, Bang Adi-nya baik banget & cucok diajak ngobrol. Atau bisa juga lewat Pak Agus Mulyadi 0813 6001 4721 dan IMG Car Rental 0813 6010 9676.
>> Freddies Santai Sumur Tiga via booking.com (click here!)
Oya, sudah hampir 2 tahun ini, web prioritas saya buat cari hotel adalah booking.com. Kenapa? Karena kebanyakan hotelnya bisa free cancelation (sampai tanggal tertentu yang mendekati waktu kedatangan kita) dan bayar di tempat! Ada juga beberapa hotel yang minta credit card kita sebagai jaminan aja; inget ya, jaminan aja, ga kena charge kalo kita ikutin aturan mainnya; bayarnya tetap di tempat saat kita datang. Lumayan banget kan?!

1 comment:

  1. jadi pengen ke Sabang, pengen liat sendiri Indonesia di 0 Kilometer....

    ReplyDelete

Hello there, question/comment/suggestion/feedback are welcomed. Please feel free to get in touch with me through my instagram/twitter/email account ;)

My Blog List