Short Trip Kawaguchiko Fuji, Japan

/ January 29, 2019
Sungguh jangan lewatkan Kawaguchiko kalau tujuan utama mainmu di Jepang adalah Tokyo.


Kawaguchiko yang jaraknya kurang lebih 2 jam perjalanan dari Tokyo adalah kawasan wisata yang dekat dengan Gunung Fuji. Kawaguchiko emang tourist place banget sih; nggak heran segalanya, tempat wisata – tempat makan – tempat oleh-oleh – transportasi –bahkan penginapan dari kelas traveler borju sampe traveler kikir,  terasa mudah dan sangat menyenangkan buat turis.

Menuju Kawaguchiko dari Tokyo
Pilihan transport yang bisa digunakan dari Tokyo ke Kawaguchiko adalah bus & kereta. Bus jadi yang paling favorit karena tarifnya jauh lebih murah dibanding kereta. Beda cerita kalau kamu punya JR Pass, naik kereta aja gih puas-puasin.

Untukmu yang berencana naik bus dari Tokyo ke Kawaguchiko, apalagi di waktu weekend, tolong perhatikan ini dengan seksama:
jangan sembrono – ceroboh – dan sok asik, buat reservasi bus PP dari jauh-jauh hari!
Entah ada berapa agen bus untuk rute Tokyo – Kawaguchiko (dan sebaliknya). Tapi sejauh pemantauan saya, yang cukup user friendly adalah Highway-buses.jp by Keio Dentetsu Bus (click here), Japan Bus Online (click here), dan Willer Bus (click here). Reservasi dilakukan secara online dan tiket akan dikirimkan via email. Jadi ketika nanti akan naik bus, cukup sebut nama dan tunjukin confirmed reservasi/pembayaran yang sudah dikirim sebelumnya oleh mereka via email. Semudah itu.

Baik. Karena jelang keberangkatan waktu itu saya sok asik, “Ah cari tiket busnya nanti-nanti aja. Masa di Jepang susah cari transport,” saya kehabisan tiket bus. Dan pilihan saya satu-satunya adalah naik kereta dari Tokyo ke Kawaguchiko; 800 yen lebih mahal dibanding naik bus.

Via aplikasi Hyperdia, saya diinformasikan bahwa untuk ke Kawaguchiko di waktu weekend atau hari libur bisa naik Holiday Rapid Fujisan dari Stasiun Shinjuku. Drama pun dimulai. Saya punya banyak kebingungan:
1. Untuk naik Holiday Rapid Fujisan apakah bisa seperti naik kereta pada umumnya? Tinggal temple SUICA di gate?
2. Atau tiket ini adalah tiket khusus yang harus dibeli duluan?
3. Kalau tiketnya harus dibeli duluan, belinya dimana? Saya sudah cobain satu per satu mesin pembelian tiket di stasiun Shinjuku tapi sama sekali nggak ada tanda-tanda soal tiket Holiday Rapid Fujisan.

Tampilan rute dari aplikasi Hyperdia

Tapi emang dasar anaknya belagu, disaat udah kebingungan pun saya masih ngerasa jago: ya tanya aja sih ke information center. Sampai di information center justru aku yang makin bingung. Shift jaga malam itu adalah opa & oma yang cukup berumur dan nggak bisa Bahasa Inggris. Mamam tuh belagu.

Si anak belagu akhirnya nyerah. Nyolek mbak-mbak yang lagi berdiri sendirian di stasiun Shinjuku buat minta tolong. Dan dia pun awalnya bingung. HAHAHA, KAN.
Sampe akhirnya dia nanya ke information center. Bedanya, dia dapat informasi yang tepat dari opa & oma petugas disana karena mereka komunikasi pake bahasa Jepang. Sungguh, malam itu aku berasa ketemu malaikat tak bersayap bernama Yuki. Dengan amat baik, Yuki bantu dari mulai nanya ke information center, sampe nganterin ke ticket office, sampe ikutan antri buat beli tiket, sampe aku selesai beli tiket, sampe kelar semua gundah gulana dan kebingunganku. OH YUKI, I OWE YOU ONE!

The ticket!

Jadi, Holiday Rapid Fujisan rute Shinjuku – Kawaguchiko bisa dibeli di Ticket Office di Stasiun Shinjuku, bukan beli dari mesin tiket. Belinya jangan on the spot waktu mau berangkat karena kuatir ticket office belum buka di pagi hari atau antriannya panjang, usahakan paling lambat sehari sebelum keberangkatan. Dan saran saya, belilah tiket dengan reserved seat supaya saat mau berangkat nggak perlu buru-buru, nggak perlu rebutan masuk kereta, dan sikut-sikutan untuk dapat tempat duduk. Jangan seperti aku yang akhirnya berdiri dari Shinjuku sampai Kawaguchiko :(

Nunggu kereta
Menuju Kawaguchiko
Di dalam kereta
Udah bodo amat aku cape berdiri

Recap transport Tokyo – Kawaguchiko yang saya gunakan:
1. Shinjuku Station Tokyo >> Kawaguchiko Station; naik Holiday Rapid Fujisan seharga 2,460 Yen. Pembelian tiket di Ticket Office di Shinjuku Station sehari sebelum keberangkatan.
2. Kawaguchiko Station >> Tokyo Station; naik bus seharga 1,800 Yen. Pembelian tiket dilakukan via reservasi online di Willer Bus.

Untukmu yang berminat ke Kawaguchiko dari Tokyo dengan budget hemat, segerakanlah reservasi online tiket bus PP Tokyo – Kawaguchiko supaya hidupmu tenteram.

Jalan-Jalan di Kawaguchiko
Ah, aku cinta Kawaguchiko! Tempat ini punya banyak tempat wisata yang seluruhnya dijangkau oleh sightseeing bus. Dengan beli tiket pass seharga 1,500 yen, kita bebas naik bus ke seluruh tempat wisata di Kawaguchiko selama 2 hari. Ku suka yang hemat-hemat begini!
Loket pembelian tiket pass sightseeing bus ada di halaman depan Kawaguchiko Station; tinggal belok kanan dari pintu keluar stasiun.

Ada 3 jenis bus dengan rute yang berbeda-beda. Singkatnya, red bus untuk short route, green bus medium route, dan blue bus untuk long route. Dengan pass yang kita beli, kita bebas naik sightseeing bus jenis manapun dengan tujuan kemanapun. 


Tempat wisata di Kawaguchiko nggak bakal kelar sih didatangi dalam sehari. Itulah kenapa pass bus pun dibuat free untuk 2 hari. Info seputar sightseeing bus Kawaguchiko bisa dicek lengkap banget di web nya (click here).

Berangkat dari Shinjuku dengan kereta jam 8 pagi dan sampailah saya di Kawaguchiko around 10.30. Karena tinggal punya waktu main sekitar setengah hari, dari sebanyak itu tempat wisata di Kawaguchiko, saya hanya kesampaian keliling di Oishi Park - Kawaguchiko Natural Living Center, Saiko Iyashi-no Sato Nenba, dan secumit Fugaku Fuketsu.
FYI, untuk memudahkan mobilitas selama jalan-jalan, tersedia loker penyimpanan tas berbagai ukuran di Stasiun Kawaguchiko.


Oishi Park
Tempat ini jadi tujuan pertama karena lokasinya cukup dekat dan di Instagram gambarnya bagus-bagus. Udah begitu aja.


Ada toko oleh-oleh cukup besar, ada tempat makan, ada toko kopi & ice cream, dan  tentunya area taman yang menghadap ke Gunung Fuji. Tapi pas aku sampe sana Fujinya ketutup awan dan bunganya lagi nggak mekar. Sedih akutuh.


Saiko Iyashi-no Sato Nenba
Ini jadi tempat favorit saya! Sebagian besar waktu main dihabiskan buat keliling-keliling disini. Desa yang sungguh gemas! Banyak toko pernak-pernik lucu, rumah-rumah yang ternyata area workshop, museum, tempat makan, dan tempat ice cream! Pokoknya sungguh tenteram, damai, dan bunyi krincingan lonceng Jepang yang ketiup angin dimana-mana. Uh!

Fuji masih ketutup awan
 Udah turun baru muncul :(

Oh, dan turis juga bisa sewa baju Jepang untuk foto dan jalan-jalan. Jangan tanya harganya berapa karena tentu aku lebih pilih uangku dipakai untuk beli onigiri di Sevel daripada sekedar gaya; jadi aku tak tau :)

Fugaku Fuketsu
Intinya cuma ingin memuaskan hasrat untuk sekedar melipir di area Aokigahara.  Fugaku Fuketsu adalah salah satu tempat yang punya jalur nature trail di area “A sea of trees Aokigahara”. Jadi di sisa waktu sore jelang tutup operasional tempat wisata dan bus sightseeing, saya masuk ke Fugaku Fuketsu untuk nyicip suasana pinggiran Aokigahara.



Tempat lainnya yang nggak sempat dikunjungi
1. Mount Tenjo-yama Park
Bisa naik kereta gantung dan ngeliat Fuji dari ketinggian.

2. Ubuyagasi Cape
Ini juga sama, buat ngeliat pemandangan Fuji dari pinggir danau.

3.Kuil Arakura Sengen
Kuil dengan pemandangan Fuji.

Tapi saya tetap bahagia loh serius walau cuma kesampaian 3 tempat untuk didatangi. Seluruh jalanan yang dilewati di Kawaguchiko menyenangkan parah dan membahagiakan mata banget! Ada danau, gunung, ketemu bukit-bukitan rumput, hutan, dan bangunan-bangunan cantik di kanan kiri jalan. Ah aku sebahagia itu!


Satu hari untuk keliling puas di Kawaguchiko tentunya nggak akan cukup; nggak akan pernah cukup. At least, alokasikan waktu min. 2 hari untuk main di Kawaguchiko biar banyak tempat seru yang bisa dikunjungi dan bisa berhenti di tiap-tiap nemu jalanan yang pemandangannya bikin meleleh.

Penginapan di Kawaguchiko
Seperti biasa, penginapan sudah saya booking sebelumnya via booking.com. Saya menginap semalam di Asobi Factory yang jaraknya kurang lebih 1.8 kilometer dari Kawaguchiko Station. Kenapa pilih Asobi? Karena tempatnya cakep, ehe.

Fuji dari jendela kamar

Matras tidur Jepang dikenal dengan nama futon. Awalnya saya pikir saya perlu 2 lapis futon untuk tidur. Ternyata tak kenal maka tak sayang, saya merasa cukup nyaman dengan selapis futon aja. Nggak terasa keras dan sakit seperti yang saya bayangin sebelumnya. Wow. Bisa begitu.

Padahal tipis banget!

***

Mau balik lagi nggak ke Kawaguchiko?
MAU BANGET!
Sebagai turis, kita benar-benar dipuaskan sama pemandangan indahnya, banyaknya tempat wisata, kemudahan menjangkau setiap tempat, fasilitas tempat makan, tempat belanja, banyaknya penginapan, dan yang pasti cantik langitnya di waktu sore. OH TUHAN ITU INDAH BANGET!


Semoga aku, kamu, siapapun di dalam doaku dan doamu, diberi kesempatan, secara disengaja atau tidak, bertamu - bertemu, di tempat sebagus itu :)

Sungguh jangan lewatkan Kawaguchiko kalau tujuan utama mainmu di Jepang adalah Tokyo.


Kawaguchiko yang jaraknya kurang lebih 2 jam perjalanan dari Tokyo adalah kawasan wisata yang dekat dengan Gunung Fuji. Kawaguchiko emang tourist place banget sih; nggak heran segalanya, tempat wisata – tempat makan – tempat oleh-oleh – transportasi –bahkan penginapan dari kelas traveler borju sampe traveler kikir,  terasa mudah dan sangat menyenangkan buat turis.

Menuju Kawaguchiko dari Tokyo
Pilihan transport yang bisa digunakan dari Tokyo ke Kawaguchiko adalah bus & kereta. Bus jadi yang paling favorit karena tarifnya jauh lebih murah dibanding kereta. Beda cerita kalau kamu punya JR Pass, naik kereta aja gih puas-puasin.

Untukmu yang berencana naik bus dari Tokyo ke Kawaguchiko, apalagi di waktu weekend, tolong perhatikan ini dengan seksama:
jangan sembrono – ceroboh – dan sok asik, buat reservasi bus PP dari jauh-jauh hari!
Entah ada berapa agen bus untuk rute Tokyo – Kawaguchiko (dan sebaliknya). Tapi sejauh pemantauan saya, yang cukup user friendly adalah Highway-buses.jp by Keio Dentetsu Bus (click here), Japan Bus Online (click here), dan Willer Bus (click here). Reservasi dilakukan secara online dan tiket akan dikirimkan via email. Jadi ketika nanti akan naik bus, cukup sebut nama dan tunjukin confirmed reservasi/pembayaran yang sudah dikirim sebelumnya oleh mereka via email. Semudah itu.

Baik. Karena jelang keberangkatan waktu itu saya sok asik, “Ah cari tiket busnya nanti-nanti aja. Masa di Jepang susah cari transport,” saya kehabisan tiket bus. Dan pilihan saya satu-satunya adalah naik kereta dari Tokyo ke Kawaguchiko; 800 yen lebih mahal dibanding naik bus.

Via aplikasi Hyperdia, saya diinformasikan bahwa untuk ke Kawaguchiko di waktu weekend atau hari libur bisa naik Holiday Rapid Fujisan dari Stasiun Shinjuku. Drama pun dimulai. Saya punya banyak kebingungan:
1. Untuk naik Holiday Rapid Fujisan apakah bisa seperti naik kereta pada umumnya? Tinggal temple SUICA di gate?
2. Atau tiket ini adalah tiket khusus yang harus dibeli duluan?
3. Kalau tiketnya harus dibeli duluan, belinya dimana? Saya sudah cobain satu per satu mesin pembelian tiket di stasiun Shinjuku tapi sama sekali nggak ada tanda-tanda soal tiket Holiday Rapid Fujisan.

Tampilan rute dari aplikasi Hyperdia

Tapi emang dasar anaknya belagu, disaat udah kebingungan pun saya masih ngerasa jago: ya tanya aja sih ke information center. Sampai di information center justru aku yang makin bingung. Shift jaga malam itu adalah opa & oma yang cukup berumur dan nggak bisa Bahasa Inggris. Mamam tuh belagu.

Si anak belagu akhirnya nyerah. Nyolek mbak-mbak yang lagi berdiri sendirian di stasiun Shinjuku buat minta tolong. Dan dia pun awalnya bingung. HAHAHA, KAN.
Sampe akhirnya dia nanya ke information center. Bedanya, dia dapat informasi yang tepat dari opa & oma petugas disana karena mereka komunikasi pake bahasa Jepang. Sungguh, malam itu aku berasa ketemu malaikat tak bersayap bernama Yuki. Dengan amat baik, Yuki bantu dari mulai nanya ke information center, sampe nganterin ke ticket office, sampe ikutan antri buat beli tiket, sampe aku selesai beli tiket, sampe kelar semua gundah gulana dan kebingunganku. OH YUKI, I OWE YOU ONE!

The ticket!

Jadi, Holiday Rapid Fujisan rute Shinjuku – Kawaguchiko bisa dibeli di Ticket Office di Stasiun Shinjuku, bukan beli dari mesin tiket. Belinya jangan on the spot waktu mau berangkat karena kuatir ticket office belum buka di pagi hari atau antriannya panjang, usahakan paling lambat sehari sebelum keberangkatan. Dan saran saya, belilah tiket dengan reserved seat supaya saat mau berangkat nggak perlu buru-buru, nggak perlu rebutan masuk kereta, dan sikut-sikutan untuk dapat tempat duduk. Jangan seperti aku yang akhirnya berdiri dari Shinjuku sampai Kawaguchiko :(

Nunggu kereta
Menuju Kawaguchiko
Di dalam kereta
Udah bodo amat aku cape berdiri

Recap transport Tokyo – Kawaguchiko yang saya gunakan:
1. Shinjuku Station Tokyo >> Kawaguchiko Station; naik Holiday Rapid Fujisan seharga 2,460 Yen. Pembelian tiket di Ticket Office di Shinjuku Station sehari sebelum keberangkatan.
2. Kawaguchiko Station >> Tokyo Station; naik bus seharga 1,800 Yen. Pembelian tiket dilakukan via reservasi online di Willer Bus.

Untukmu yang berminat ke Kawaguchiko dari Tokyo dengan budget hemat, segerakanlah reservasi online tiket bus PP Tokyo – Kawaguchiko supaya hidupmu tenteram.

Jalan-Jalan di Kawaguchiko
Ah, aku cinta Kawaguchiko! Tempat ini punya banyak tempat wisata yang seluruhnya dijangkau oleh sightseeing bus. Dengan beli tiket pass seharga 1,500 yen, kita bebas naik bus ke seluruh tempat wisata di Kawaguchiko selama 2 hari. Ku suka yang hemat-hemat begini!
Loket pembelian tiket pass sightseeing bus ada di halaman depan Kawaguchiko Station; tinggal belok kanan dari pintu keluar stasiun.

Ada 3 jenis bus dengan rute yang berbeda-beda. Singkatnya, red bus untuk short route, green bus medium route, dan blue bus untuk long route. Dengan pass yang kita beli, kita bebas naik sightseeing bus jenis manapun dengan tujuan kemanapun. 


Tempat wisata di Kawaguchiko nggak bakal kelar sih didatangi dalam sehari. Itulah kenapa pass bus pun dibuat free untuk 2 hari. Info seputar sightseeing bus Kawaguchiko bisa dicek lengkap banget di web nya (click here).

Berangkat dari Shinjuku dengan kereta jam 8 pagi dan sampailah saya di Kawaguchiko around 10.30. Karena tinggal punya waktu main sekitar setengah hari, dari sebanyak itu tempat wisata di Kawaguchiko, saya hanya kesampaian keliling di Oishi Park - Kawaguchiko Natural Living Center, Saiko Iyashi-no Sato Nenba, dan secumit Fugaku Fuketsu.
FYI, untuk memudahkan mobilitas selama jalan-jalan, tersedia loker penyimpanan tas berbagai ukuran di Stasiun Kawaguchiko.


Oishi Park
Tempat ini jadi tujuan pertama karena lokasinya cukup dekat dan di Instagram gambarnya bagus-bagus. Udah begitu aja.


Ada toko oleh-oleh cukup besar, ada tempat makan, ada toko kopi & ice cream, dan  tentunya area taman yang menghadap ke Gunung Fuji. Tapi pas aku sampe sana Fujinya ketutup awan dan bunganya lagi nggak mekar. Sedih akutuh.


Saiko Iyashi-no Sato Nenba
Ini jadi tempat favorit saya! Sebagian besar waktu main dihabiskan buat keliling-keliling disini. Desa yang sungguh gemas! Banyak toko pernak-pernik lucu, rumah-rumah yang ternyata area workshop, museum, tempat makan, dan tempat ice cream! Pokoknya sungguh tenteram, damai, dan bunyi krincingan lonceng Jepang yang ketiup angin dimana-mana. Uh!

Fuji masih ketutup awan
 Udah turun baru muncul :(

Oh, dan turis juga bisa sewa baju Jepang untuk foto dan jalan-jalan. Jangan tanya harganya berapa karena tentu aku lebih pilih uangku dipakai untuk beli onigiri di Sevel daripada sekedar gaya; jadi aku tak tau :)

Fugaku Fuketsu
Intinya cuma ingin memuaskan hasrat untuk sekedar melipir di area Aokigahara.  Fugaku Fuketsu adalah salah satu tempat yang punya jalur nature trail di area “A sea of trees Aokigahara”. Jadi di sisa waktu sore jelang tutup operasional tempat wisata dan bus sightseeing, saya masuk ke Fugaku Fuketsu untuk nyicip suasana pinggiran Aokigahara.



Tempat lainnya yang nggak sempat dikunjungi
1. Mount Tenjo-yama Park
Bisa naik kereta gantung dan ngeliat Fuji dari ketinggian.

2. Ubuyagasi Cape
Ini juga sama, buat ngeliat pemandangan Fuji dari pinggir danau.

3.Kuil Arakura Sengen
Kuil dengan pemandangan Fuji.

Tapi saya tetap bahagia loh serius walau cuma kesampaian 3 tempat untuk didatangi. Seluruh jalanan yang dilewati di Kawaguchiko menyenangkan parah dan membahagiakan mata banget! Ada danau, gunung, ketemu bukit-bukitan rumput, hutan, dan bangunan-bangunan cantik di kanan kiri jalan. Ah aku sebahagia itu!


Satu hari untuk keliling puas di Kawaguchiko tentunya nggak akan cukup; nggak akan pernah cukup. At least, alokasikan waktu min. 2 hari untuk main di Kawaguchiko biar banyak tempat seru yang bisa dikunjungi dan bisa berhenti di tiap-tiap nemu jalanan yang pemandangannya bikin meleleh.

Penginapan di Kawaguchiko
Seperti biasa, penginapan sudah saya booking sebelumnya via booking.com. Saya menginap semalam di Asobi Factory yang jaraknya kurang lebih 1.8 kilometer dari Kawaguchiko Station. Kenapa pilih Asobi? Karena tempatnya cakep, ehe.

Fuji dari jendela kamar

Matras tidur Jepang dikenal dengan nama futon. Awalnya saya pikir saya perlu 2 lapis futon untuk tidur. Ternyata tak kenal maka tak sayang, saya merasa cukup nyaman dengan selapis futon aja. Nggak terasa keras dan sakit seperti yang saya bayangin sebelumnya. Wow. Bisa begitu.

Padahal tipis banget!

***

Mau balik lagi nggak ke Kawaguchiko?
MAU BANGET!
Sebagai turis, kita benar-benar dipuaskan sama pemandangan indahnya, banyaknya tempat wisata, kemudahan menjangkau setiap tempat, fasilitas tempat makan, tempat belanja, banyaknya penginapan, dan yang pasti cantik langitnya di waktu sore. OH TUHAN ITU INDAH BANGET!


Semoga aku, kamu, siapapun di dalam doaku dan doamu, diberi kesempatan, secara disengaja atau tidak, bertamu - bertemu, di tempat sebagus itu :)

Continue Reading

Ada yang harus dibayar lunas sebelum tutup tahun; 
BLOG INI ULANG TAHUN KE-10 DI NOVEMBER 2018!

Selamat 10 tahun, dear Blog!
Terima kasih sudah menjadi sandaran yang tak pernah pergi kapanpun dimanapun dibutuhkan, untuk nggak mengeluh dalam menampung banyak hal yang hanya bisa ditulis tanpa bisa diucap, dan untuk tetap setia meski sering terabaikan. 

Blog ini dibuat atas saran salah satu teman yang entah sudah apa aja yang saya ceritain sampai dia bersikukuh bilang, Ayo bikin blog!”
Dikali kesekianakhirnya blog ini dibuat dengan konten postingan pertama yang sungguh nggak berfaedah, Tak Tau Yaa.” 

Tahun 2008 - 2009 adalah tahun dimana saya gencar nulis cerpen demi honor Rp 200 ribu dari salah satu koran Jawa Barat Pikiran Rakyat.” 
Suatu hari, cerpen (yang sesungguhnya adalah curhatan) tentang mantannya pacar saya (eew~) dimuat di rubrik Belia Pikiran Rakyat dan ditemuin oleh guru Bahasa Indonesia di sekolah. Hari itu, di pelajaran Bahasa Indonesia, guru saya masuk sambil bawa koran dan minta salah satu teman bacain cerpen di depan kelas. 

Sejak kalimat pertama, darah di badan saya terasa sedikit mengencer, suhu tubuh memanas, darah ngumpul di pipi, dan bibir jadi sulit mingkem. Sungguh! 
Kejutan berikutnya adalah tugas Bahasa Indonesia yang ternyata bikin resensi cerita dari cerpen Viani yang sudah dibacakan. Tolong dimengerti baik-baik perasaan saya pada waktu itu; cerita curhatan tentang mantannya pacarmu dibuat resensi sama sekelas; oh no, sama beberapa kelas di sekolahmu. Wow.

Sejak hari itu, akun YM saya dibanjiri pesan, Kok dalemCerita pribadi, ya?”
Yang selalu saya jawab dengan pernyataan default untuk menyelamatkan diri, “Ohbukan. Kepikiran aja.” Tentu suatu kedustaan yang hakiki.

Setelah saat itu, saya mulai ngerasain nikmatnya ngejajanin uang Rp 200 ribu. Selanjutnya makin rajin nulis, makin rajin kirim tulisan, sampai terketuk hatinya untuk bikin blog, dan sering bikin jebol tagihan telp rumah karena Telkomnet Instan. Kurang lebih 3x cerpen saya dimuat di rubrik Belia sampai akhirnya lulus SMA di tahun 2009. FYI, rubrik Belia Pikiran Rakyat saat itu dikhususkan untuk pelajar SMP - SMA.

Baik, nostalgianya kelamaan.

Berhubung kuliah teknik benar-benar menguras semuanya, mulai tahun 2010 -2013 aktivitas nulis dan ngeblog jadi turun drastis. Pokoknya nggak lagi masuk dalam list prioritas yang kalo belom dilakuin rasanya ada utang yang belum dibayar
Begitupun setelah kuliah selesai, saya langsung dapat perkejaan sebulan setelah wisuda. Dengan segala alasan kuno soal kesibukan baru, lingkungan baru, prioritas baru, dan banyak lainnya, blog pun mangkrak sampai akhir tahun 2015. Ya nggak kosong-kosong banget, nulis sih, macam 2 tulisan dalam 1 tahun. Ya kelewatan emang~

Sampai akhirnya di tahun 2015, sesuatu muncul dan mengusik kenikmatan macan bobo: Fantasi.
Ada tempat dimana kamu selalu bisa jadi apapun yang kamu mau, jauh dari apapun yang membuatmu tak nyaman, tempat dimana kamu bisa memenuhi kebutuhan untuk membahagiakan dirimu sendiri, sekedar rehat, atau menjadikannya benar-benar hidup. Dan sejak saat itu, perapian saya kembali ada apinya.

Ada begitu banyak blogger yang dalam waktu singkat bisa melejitkan blognya jadi sesuatu yang digemari. Nggak dusta ya, saya pun amat ingin melakukan hal yang sama pada blog ini. Saya pernah begitu berapi-api untuk ngelakuin banyak hal demi konten dan saya juga sering begitu mager untuk sekedar memenuhi target nulis apapun seminggu sekali. 

Seiring waktu, saya merasa kalau hati akan selalu bergerak pada tujuan awal kenapa kamu melakukan sesuatu untuk pertama kali. Barangkali ini excuse, boleh jadi ini hanya statement yang dibuat untuk menutupi rasa bersalah saya kepada blog yang nggak dikembangkan dengan serius dalam kurun 10 tahun terakhir:
Blog ini adalah rumah; yang selalu memberi tenang senyaman pelukan Ibu, menyediakan ruang untuk beban senang dan sedih, yang senantiasa menerima dengan lapang dada sebaik atau seburuk apapun telah menjadi.

Selamat ulang tahun, kekasih.
Terima kasih sudah memberi rumah sebagaimana saya butuh meski (mungkin) bukan yang banyak orang ingini.

Rumah

by on December 31, 2018
Ada yang harus dibayar lunas sebelum tutup tahun;  BLOG INI ULANG TAHUN KE-10 DI NOVEMBER 2018! Selamat 10 tahun, dear Blog! Te...

My Blog List