Don't Worry, Be Happy

Sebagian percaya bahwa masalah diciptakan sepaket dengan jalan keluarnya, sedang sisanya pada just lessons learned.


Sedih nggak dilarang.
Resah, gundah, ngeluh, bikin status galau, bikin instastory gelap pake lagu curhat, bikin caption kode, atau ngabisin waktu dipojokan sambil nangis seharian juga boleh.
Satu-satunya yang bisa menyelamatkanmu adalah dirimu sendiri; jadi berusahalah, karena akan selalu ada cara yang layak dicoba untuk mengatasinya, atau minimal untuk melaluinya.
Bijaksanalah dalam mengatur waktu; sebagian buat sedih, sebagian buat bangun.

Manusia yang lagi sedih pada umumnya hanya butuh didengarkan, kecuali kalo di akhir cerita mereka bilang, “gimana menurutmu?”
Sedang manusia yang lagi nggak sedih, atau nggak mengalami hal serupa, cenderung agresif dan jago kasih komentar.
Saya? Agresif dan sok jago; sedang berusaha nahan komentar atau kasih saran yang muluk.

Selalu ada cara yang layak dicoba untuk mengatasinya, atau minimal untuk melaluinya.
Setiap orang meracik obatnya sendiri. Saya bukan pemberi pendapat dan saran yang baik untuk orang lain, dan sejujurnya saya kurang berminat untuk itu. Saran saya selalu general:
1. Sedih boleh, tapi jangan lama-lama. Jiwamu hanya butuh waktu untuk sembuh – untuk menetralisir rasa sakitnya. Dalam beberapa hal, mungkin kamu sebenarnya hanya butuh break, bukan menyerah, jadi jangan lupa kembali berusaha. Berusahalah sesuai intuisimu, (jika perlu) hingga seburuk apapun kondisi yang bakal kamu dapati, at least, pada akhirnya kamu nggak lagi menduga-duga.

2. Pada titik tertentu, kamu akan benar-benar tau, mana lanjut dan berhenti. Setelah sejauh ini, yakinlah bahwa apapun kondisinya, adalah hal terbaik yang bisa kamu dapatkan. Barangkali kamu memang perlu pecut untuk tak gentar atau barangkali kamu sedang diajarkan mengenal cukup.

3. Kembalikan segalanya kepada Tuhan. Ikhlaslah, karena sesungguhnya manusia nggak banyak tau. Apa yang terjadi setelah seluruh upayamu adalah yang paling baik buatmu, barangkali Tuhan sudah menyelamatkanmu dari hal buruk yang akhirnya nggak terjadi – yang kamu nggak pernah tau, atau kalau bukan untuk hari ini, yakinlah pasti untuk suatu hari.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah 216)

P.S. Dari berbagai cara yang mungkin ada, saya akan suka melaluinya bersama kamu. Lewat jalanan yang kita lalui dengan diam, lewat obrolan dingin di bawah kuningnya langit sore, lewat kemasa-bodohanku yang berharap diajak bicara duluan, lewat tatapan dingin yang berdoa dipeluk tiba-tiba. #poem

1 comment:

  1. hahahaha, untung ga di-tag nama nya siapa, thank u sistah :D

    ReplyDelete

Hello there, question/comment/suggestion/feedback are welcomed. Please feel free to get in touch with me through my instagram/twitter/email account ;)

My Blog List