Banyak
takutnya, banyak ragu, banyak alasan; kadang juga dipenuhi jebakan indah masa
lalu.
Namanya
juga life.
Kalo
cinta namanya luv. Cegitu.
Lagi
sering-seringnya mengingatkan diri sendiri untuk bersedia bodoh lagi. Yuk dong
kosongin lagi gelasnya supaya bisa belajar banyak hal baru. Diturunin dulu
segala nafsu, ego, dan gengsinya; penting untuk bisa berteman dengan segala
kondisi, bisa legowo memulai kembali dari bukan apa-apa dan belum siapa-siapa.
Tiap
bangun pagi rasanya kayak ditantangin semesta, “Hayo mau ngapain?”
Rasa
nggak nyaman dan payahnya ada banget.
Semacam
mengulang sejarah. Dulu sekali, secara sengaja, Ibu saya memulai kembali hidup
dengan segala ketidaknyamanan waktu anaknya sudah 2; usia saya belasan awal, baru
mulai masuk SMP. Saat itu, dipikir-pikir, mau apa lagi? Ibu saya punya karir,
Bapak aktif bekerja, hidup layak, tapi semua yang nyaman itu sekonyong-konyong ditinggal.
Ibu membuat sendiri ombak di laut tenangnya. Pindah dari kampung ke Bandung
bukan hal mudah. Saya menonton perubahan hidup Ibu, berjuang lagi untuk dapat posisi
di kantor baru; dari yang biasanya selalu pulang kantor malam hari, berubah
tiap sore sudah sampai di rumah - dia benar-benar memulai lagi dari bukan
siapa-siapa. Dari yang tadinya mau makan atau jajan apapun dibolehin Ibu, berubah
jadi sangat terbatas. Hingga ada hari dimana terjadi drama tangis-tangisan hanya
karena saya ngotot beli seragam paskibra sedang di saat yang sama uang keluarga
harus keluar untuk bayar S3 Bapak. Di periode itu, terasa banget hidup keluarga
saya dimulai lagi dari awal. Tapi Ibu, dengan segala sulapnya, keberaniannya,
kenekatannya, keyakinannya, hitung-hitungannya, dengan segala hal yang sering
saya anggap nggak masuk akal, selalu bisa membuktikan kalau manusia cuma butuh
tekad. After all, she nailed it! I am a proud kid. Dari sekian banyak hal berseberangan
antara saya dan Ibu, keberanian Ibu adalah sesuatu yang kagumi.
Benar
bahwa hidup adalah soal cari kenyamanan.
Tapi
katanya mau level up?
Juga,
karena mimpimu selalu penting.
Dan
sebagaimana yang sudah-sudah di dalam hidup, kita hampir selalu rela susah
payah demi yang penting.
Kira-kira
akan sama kondisinya jika kamu memimpikan pagi dengan sarapan soto ayam bening
campur nasi. Ditambah lauk mendoan dan kerupuk makin enak. Setengah mati
sebelum tidur kamu akan googling warung soto yang buka paling pagi dengan
review paling baik.
Ini
sebenernya maksa dan kejauhan. Tapi gimana dong, aku lagi pingin makan soto
ayam campur nasi.
Pernah
seorang manusia hampir putus asa karena nggak kunjung menemukan remang cahaya, jalan
bagus, atau tanda-tanda manusia lain. Tapi, dia terus berjalan. Dengan bekal
percaya bahwa jalan yang dilalui adalah jalan yang benar, dia benar-benar
sampai pada akhirnya.
Lain
hari dia pikir tidak sampai, ternyata pelajaran Tuhan ada di sana.
Semoga
kita selalu mampu mengiring mimpi bersama usaha. Melangitkannya bersama doa-doa
baik yang tak putus, yang bisa dari manapun asalnya.
Karena
nggak pernah ada cerita pelaut jago di air tenang, atau hiu lahir dari kolam
teri, atau Bu Gendut yang tiba-tiba laris dagang nasi di Blok M.
Jadi,
mari pakai seat-beltnya. Semoga perjalanan kita semua menyenangkan. Hati-hati
di jalan.