Sebenarnya aku ingin menangis.
Tak rela aku palingkan pandangan sedetik pun darimu.
Ketika hari-hari menjadi semakin dingin, waktu langit mendung mulai menoleh, saat rintik hujan turun dengan bunyi ‘tik..tik..tik’ nya.. Aku akan sangat rindu kamu.
Jangan tidur malam ini. Tinggallah dan temani aku.
Menyakitkan..ketika aku tahu tiap jam berlalu, dan datang menjelang..
Tiap menit begitu berarti.
Sesungguhnya aku takut, tapi besok aku akan biarkan mu lepas, terbang meraih mimpi mu.
Kamu akan kembali lagi, aku tau itu pasti, semua hanya masalah waktu.
Kamu selalu jadi bagian dariku. Kamu selalu menjadi cintaku.
Titip rindu buatnya..
Tak rela aku palingkan pandangan sedetik pun darimu.
Ketika hari-hari menjadi semakin dingin, waktu langit mendung mulai menoleh, saat rintik hujan turun dengan bunyi ‘tik..tik..tik’ nya.. Aku akan sangat rindu kamu.
Jangan tidur malam ini. Tinggallah dan temani aku.
Menyakitkan..ketika aku tahu tiap jam berlalu, dan datang menjelang..
Tiap menit begitu berarti.
Sesungguhnya aku takut, tapi besok aku akan biarkan mu lepas, terbang meraih mimpi mu.
Kamu akan kembali lagi, aku tau itu pasti, semua hanya masalah waktu.
Kamu selalu jadi bagian dariku. Kamu selalu menjadi cintaku.
Titip rindu buatnya..
titip rindu buatnya..
by
Viani Ezra
on
January 25, 2009
Sebenarnya aku ingin menangis. Tak rela aku palingkan pandangan sedetik pun darimu. Ketika hari-hari menjadi semakin dingin, waktu langit ...
