See, gimana nggak berharganya sebuah hari untuk dia dan 7 orang lainnya? Saya prihatin banget liat status ini. Banyak orang mati yang berharap untuk bisa idup lagi dan perbaiki hari-harinya, tapi yang ini malah mencaci-maki hari yang sudah dengan baik hati masih menyediakan waktu dan tempat buat dia.
Bisa kembali bangun dan liat cahaya di luar jendela di pagi hari, apa itu bukan anugerah besar yang harusnya kita syukuri?

Jangan dulu deh muluk-muluk berpikiran tentang berapa uang yang bisa kita dapet hari ini, bisa kembali buka mata dan tarik napas pun itu sudah sangat luar biasa. Memang, hari nggak semuanya menyenangkan, tapi coba deh buat pikiran kita untuk lebih menikmati kesenangan-kesenangan apa yang kita dapet hari ini. Jangan bikin sibuk otak dengan menyimpan hal-hal menyebalkan yang SUDAH LEWAT terjadi. Banyak kok hal-hal penuh berkah yang kita nggak sadari, misalnya secara nggak sengaja liat orang ganteng dijalan tadi, pas di kampus ada yang bilang cantik hari ini, atau pulang ke rumah dengan aman-aman aja. Itu juga berkah yang menyenangkan kan?

Marah itu boleh, kesel juga manusiawi. Tapi coba kita buat program marah kita lebih mengerucut, marah untuk sesuatu dan nggak melebar ke segala sesuatu, dan marah nggak berlarut-larut. 
hey mbak, mas.. apakah dengan cacian hal-hal buruk yang udah lewat itu semuanya bakal berubah dan membaik? SUDAHLAH, ikhlas memang obat paling mujarab buat semua urusan yang sudah terjadi.

Saya bilang begini bukan berarti saya sudah baik, saya masih belajar juga kok, hanya aja saya bener-bener prihatin sama keadaan seperti ini yang kayaknya mulai membudaya, yang bikin kita jadi semakin terbiasa dengan hal-hal yang nggak seharusnya. 

Well, apakah kita akan jadi salah satu orang yang juga bilang F*CK buat hari ini?
Monggo dipikir lagi, sebelum hari jadi marah dan nggak mau dateng lagi besok hari..
Kadang saya berharap hidup menjadi lebih sederhana,
sesederhana saya memandang hidup saat dulu, sesederhana saya bermain BP, sesederhana pemikiran saya tentang kado ulang tahun.
Saya mengharapkan molekul-molekul canggih ini berubah menjadi atom polos sepeti dulu,
yang belum tau bagaimana cara membangkang, cara berperang, cara egois, dan cara menyakiti orang lain dengan sengaja.
Saya dan harapan-harapan itu, berada di atas segala keinginan untuk menjadi mahluk kecil yang kosong dan polos, tapi tau bagaimana cara berbuat baik dengan nggak dipaksakan dan tanpa ada paksaan.

Wajah kecil polos dengan tingkah lugu malu-malu,
menjadi candu yang takkan lagi terpenuhi.

Hari ini kelam. Canggih dan modern yang sebenarnya gelap.
Jika saya bisa memilih, akan jauh lebih baik untuk nggak pernah menjadi orang dewasa. Saya juga nggak akan pernah rela membiarkan jiwa saya diracuni dengan berbagai senyawa berbahaya yang sebenarnya saya racik sendiri.

Ini semua keras. Memaksa saya untuk menjadi seperti hari ini dan merencanakan lagi perjuangan untuk besok.
Saya lebih ingin menjadi lugu dan polos, dibanding harus menjadi manusia dengan pikiran cerdik yang menyesatkan.

Seandainya semua hal bisa jadi sesederhana dulu,




Sesederhana dulu

by on June 11, 2010
Kadang saya berharap hidup menjadi lebih sederhana, sesederhana saya memandang hidup saat dulu, sesederhana saya bermain BP, sesederhana pem...

My Blog List